• Aku dan diriku

    Aku dan diriku

    Aku adalah seorang penulis yang ingin mencurahkan segala pemikiran ku melalui media blog ini.

  • Aku dan Teman- Temanku

    Aku dan Teman- Temanku

    Bagiku teman adalah penuntun ku untuk memikirkan hal hal baru yang belum pernah terpikirkan sebelumnya. Meraka membantuku dengan baik

  • Blogku Mediaku

    Blogku Mediaku

    Inilah mengapa aku memilih blog karena susunannya yang simpel, mudah dioperasikan, dan enak bagiku sebagai seorang penulis pemula.

  • Cita cita dan Usaha

    Cita cita dan Usaha

    Mungkin sulit bagiku untuk meraih cita citaku. Tapi aku selalu yakin bahwa aku bisa melakukannya.

  • Mari Belajar

    Mari Belajar

    Dengan Belajar, kita akan menemukan hal hal baru yang mungkin membawa kita kedalam kesuksesan

  • About Me

    About Me

    Aku hanya ingin menuliskan beberapa patah kata yang mungkin berguna bagi kita semua.

Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Puisi untukmu, Teman....

0 komentar
FRIEND...........
Standing by,
All the way.
Here to help you through your day.

Holding you up,
When you are weak,
Helping you find what it is you seek.

Catching your tears,
When you cry.
Pulling you through when the tide is high.

Just being there,
Through thick and thin,
All just to say, you are my friend.


You are friendly, kind and caring
Sensitive, loyal and understanding
Humorous, fun, secure and true
Always there... yes that's you.

Special, accepting, exciting and wise
Truthful and helpful, with honest blue eyes
Confiding, forgiving, cheerful and bright
Yes that's you... not one bit of spite.

You're one of a kind, different from others
Generous, charming, but not one that smothers
Optimistic, thoughtful, happy and game
But not just another... in the long chain.

Appreciative, warm and precious like gold
Our friendship won't tarnish or ever grow old
You'll always be there, I know that is true
I'll always be here... always for you.


Puisi diatas aku persembahkan untuk temen-temenku di SMP N 1 KEDUNGTUBAN, khususnya buat Siti Edi Priyana Manullang yang slalu ada untukku disaat aku suka dan tak pernah absen dikala aku duka.
Trus buat Maria, Claudya, Gobeth, Lena, Nanenk, Harni, Atma, Wiwin, Tito, Mbah wo, Yohan, Itok, Dwi, Alifah, daannnnnn semua temenku yang lupa aku sebutin.. ...........(kalo mau namamu aku sebutin, transfer dulu ke rekening aku donk! Wkwkwkw)
Aku tau Seorang sahabat tidak memiliki kepentingan lain dari kita selain untuk membantu kita..
Untuk itu aku ingin ngucapin banyak beribu-ribu terimakasih sekali banget pake kuadrat (gak efektif banget ci nih kalimat) pada sahabat-sahabatku yang stia ada untukku dari zaman batu purba sampai zaman globalisasi sekrang ini !! (hahaha)
Kenarzizan Maria, Claudya, Elly tak mudah aku singkirkan dari memori otakku. Cerita hidup dari Yana tak kan mudah terhapuskan juga... begitu dengan teman-teman lainnya yang slalu memberi aku inspirasi....
Kawan..... perpisahan ini tidak membawa senang padaku, namun semua ini harus ku jalani.... ketahuilah kita akan mengulang kisah-kisah kita ini, nanti....


Read more

Serpihan Puisi Hati.....

0 komentar
Seorang Penyair
Apa yang dapat diberikan seorang penyair ?
Saat tak ada sesuatu yang dapat mengilhami
Ketika realita tak cukup untuk menginspirasi
Matikah ia…. bersama syair-syair lama yang t’lah lapuk
dan kehilangan pembaca ?
Apa yang harus dilakukan seorang penyair ?
Saat kosong memenuhi imaji
Saat sendiri juga tak cukup berikan ruang untuk kehadiran satu puisi
Tak pantas lagikah ia… tetap disebut penyair walaupun tak lagi mampu
untuk tetap bersyair ?

Rindu Puisi
Aku tak pernah berlari meninggalkanmu !
Melangkah menjauhi pun tak pernah terlintas
Aku masih disini…. Aku masih ada…
Namun sebait pun kini tak sempat lagi kubuat
Setiap hari kuhanya bisa berkata pada hati
Besok mungkin dapat kuluangkan waktu lagi
Tuk menulis tentang hati…
Dalam sebentuk puisi
Nyatanya aku tak pernah sempat
Ragaku s’lalu saja terlebih dahulu penat
Sehingga asa dan rasa tak pernah sempat
Dapatkan waktu yang tepat untuk puisi-puisi baru kubuat
Hingga sekali lagi di pagi ini
Kerinduan pada puisi kembali menjadi
Curahan hatiku dalam sebentuk puisi
Semoga esok aku bisa segera kembali

Letih
Letih… ku berdiri di bawah terik mentari
Semenjak engkau melangkah menjauh pergi
Hingga rambut ini mulai memutih
Masih… tak kutemui engkau kembali
Entahlah….
Di ujung lorong itukah kau kan hadir?

Letih… hanya saja raga ini b’lumlah mati
Hingga jiwa terus saja meminta tuk menunggumu disini
Sampai engkau hadir…
Sampai larut penantian menjadi bagian dari takdir


Read more

Kupu-kupu kesiangan...

0 komentar
Hai kawan, bagi yang pernah dihianati, coba baca dech puisi dibawah ini, cocok ndak dengan perasaanmuu dulu, waktu accident penghianatan itu terjadi. Hooohohohoooo......





Jangan tanya alasanku
karena aku tak punya
Pada siapa kesetiaan kusematkan?
Pada dia?
Pada kau?
Pada cinta?
Mungkin ya, karena kata orang
kesetiaan bergandengan dengan cinta....

Kupu-kupu itu terbang tinggi dalam perutku
Kupu-kupu kesiangan yang terlambat datang tanpa izin
Kepak sayapnya lembut membius
Antara sadar dan tiada....

Kepak ke bawah
pengkhianat nakal
Kepak ke atas
jujur pada diri
terus begitu....

"Usir saja...!"
"Jangan... sayapnya indah sekali."
"Tetapi tipis dan tajam...
lihat ada luka...
sepertinya itu dosa...."
"... aku baru tahu merah dosa itu manis."

Jangan tanya mana kekuatanku
karena aku tak punya
Aku tak tahu hingga kapan
kupu-kupu kesiangan itu akan tinggal
Mungkin sebentar saja
Mungkin sayapnya akan berubah warna
Mungkin kepaknya bertambah dahsyat
mana aku tahu....

Yang aku mau
Jika memang tetes merah itu luka
Biar aku saja yang punya
Jangan dia
Jangan juga kau....


Read more